Wednesday, April 30, 2008

PLL dengan Display 7Segmen

ok







Exciter PLL ini sudah kompatibel dengan daya out 1W hingga 3 Watt. Pada gambar di atas diperlihatkan out daya 1W dengan menerapkan transistor C1970, dan Hebatnya meskipun penguat akhir C1970 dalam kenyataan hasil ujicoba ternyata mampu mendriv power amplifier RF besar yaitu C1946, sebagaimana seharusnya yang digunakan adalah C1947, hal ini karena diterapkan LPF pada penguat akhir. Berarti C1970 keluar maksimal 2 watt lebih dikit. tanpa ada perbedaan yang sangat mencolok dengan C1947.

Tuesday, April 29, 2008

Buat Pemancar FM dari Tuner Blok


Di dalam Tuner blok FM salah satunya terdapat rangkaian osilator, penguat RF dan juga mixer, kita manfaatkan rangkaian osilatornya untuk dikuatkan sehingga jadilah sebuah pemancar FM yang praktis dan memiliki ketahanan tinggi terhadap frekuensi goncang, artinya meskipun dipancarkan terus menerus tidak ada pergeseran frekuensi yang berarti, masih bisa stabil meskipun tidak dikendalikan dengan PLL. Inilah kelebihan osilator yang terdapat pada tuner blok kalau tidak salah jenis osilatornya colppits, di bawah ini gambar osilatornya.


        Dengan rancangan yang minimalis dan penggunaan komponen juga kecil seperti Resistor dipilih yang berdaya 1/8 watt sehingga dihasilkan sebuah racangan pemancar yang praktis tetapi berdaya cukup besar, menurut data 2SC2538 bisa keluar maksimum 0,5 Watt. Dalam rangkaian saya batasi catu daya menggunakan 9 volt dc karena sudah tiga tingkat penguatan, dan menjamin 2SC 2538 tetap dingin. Jika digunakan untuk mendorong 2SC1971 maupun 2SC2539 sungguh menghasilkan keluaran daya maksimal.

Skema Rangkaian

Gambar 1. Osilator yang terdapat pada tuner FM blok

 
 Gambar 2. Rangkaian penguat tiga tingkat untuk tuner FM blok

Daftar Komponen

C1, C7  =  223
C2,C3   = 20pF
C6         = 25pF
C4,C5,C8,C9  = 102
C10       = 33pF
C11       = 10uF 
C12       = 100uF
R1,R4    = 22k
R2,R5    = 10
R3,R7    = 47
R6         = 33
R8         = 1k
R9         = 10
Q1,Q2   = FCS9018
Q3         = 2SC2538, 2SC2053
D1         = 1N4148
L1,L2,L3,L4   = 5T
IC1        = 7809

        Untuk merubah frekuensi kerja tinggal putar tuner blok sesuka kehendak kita. Dengan kestabilan osilator yang dimiliki oleh tuner blok tersebut, wah asyik juga kalau digunakan untuk broadcasting. Akhirnya pun dikuatkan lagi dayanya sampai 60 watt, waktu itu saya gunakan transistor 2SC 2539 dan 2SC 2630. ditambah pula dengan Enkoder maka jadilah pemancar yang stereo.
 


Mic Wireless FM si Penyadap Canggih


Dalam mengawali karya pertama saya yaitu Mic Wireless FM si penyadap canggih Karya ini sudah 17 tahun yang silam ketika itu statusnya masih pelajar tepatnnya tahun 1994. Rangkaian ini diperoleh dari majalah MOP kala itu. Berulang-ulang dirangkai namun belum berhasil, baru yang keempat kalinya berhasil. Asyik kala itu bisa menyadap pembicaraan tetangga, caranya diselipkan di celah dinding rumah tetangga yang akan disadap tadi, kemudian dengarkan lewat radio penerima FM di rumah kita sendiri.  Wireless FM inipun bisa digunakan untuk berkomunikasi, akhirnyapun satu kampung rame ngerumpi lewat
radio dengan radius 500 m msih bisa. dengan kepekaan mic yang luar biasa, sehingga tidak salah kalau disebut Wireless FM si Pengadap Canggih sesuai judul artikel di majalah MOP.
        Rangkaiannya sederhana terdiri hanya dua buah transistor. Transistor pertama 2SC289 sebagai osilator sekaligus juga sebagai penguat mic, transistor kedua 2SC1675 sebagai penguat osilator atau buffer, wireless ini cukup diberi catu batere 1,5 volt sampai 3 volt, selengkapnya skema rangkaian seperti gambar berikut di bawah ini..
                                                Gambar skema rangkaian Mic Wireless FM

Daftar Komponen
R1 = 1k
R2 = 47k
R3 = 150
R4 = 33k
R5 = 180
C1 = 222
C2 = 1uF
C3 = 102
C4 = 10p
C5 = 10p
C6 = 222
C7 = 103
Q1 = 2SC829
Q2 = 2SC1675
MC = Mic Kondensor
Koker 5mm
      L1 Primer 6 lilit
           Sekunder 2 lilit

Ni dh ada layout:

Wiriless Mci ini sudah dikembangkan disainnya sehingga lebih top markotop, klil saja disini

MC145152P2 Model PTP

Ketika ada yang mereparasi pesawat pemancar di salah satu radio komunitas, ternyata pemancar masih polos alias  "lugu", PCB menggunakan goresan kater, osilatornya masih pake 5w ronica, meski saya juga suka osilatornya yang kenceng audionya dan berpenguatan besar. Pantesan pemancar suka jalan-jalan ngeluyur naik turun sendiri Pemancar  belum menerapkan PLL, maka pemancar dibubuhi kontrol PLL, agar mempercepat proses pengerjaan PLL dipilih dari MC14515XX, tinggal nambahin pembaginya, dipilih MC145152P2 dengan metode PTP di atas PCB lubang-lubang.
Jadilah sekarang pemancar sudah PLL+ Ada tambahan Enkoder pula lagi, lebih sempurna pulalah pemancar komunitas ini sekarang.




Pemancar Jadi lebih Mantab